Real Madrid Dirugikan Wasit Dalam Bentuk Manipulasi VAR?!
Real Madrid melawan pejabat La Liga via jalur hukum setelah pimpinan komite wasit Luis Medina Cantalejo dilaporkan karena memalsukan gambar VAR.
Los Blancos, di mata sebagian orang, kerap diuntungkan oleh keputusan wasit tertentu musim ini. Presiden Barcelona Joan Laporta dan manajer Xavi merupakan dua lawan yang vokal atas keuntungan yang mereka rasakan, sementara seorang mantan komisaris polisi menuduh presiden Florentino Perez melakukan suap pada bulan Oktober. Namun, informasi terbaru dari El Debate menunjukkan bahwa klub Madrid mungkin berada di pihak yang dirugikan oleh wasit musim ini melalui gambar VAR yang sengaja diubah.
MANIPULASI VAR?!
Menurut outlet Spanyol, presiden Komite Teknis Wasit (CTA) Cantalejo telah dilaporkan karena merusak bukti selama pertandingan yang menampilkan Los Blancos. CTA diduga menggunakan "ruang operasi" terpisah dari ruang VAR, yang bertentangan dengan protokol resmi. Instruksi dari ruangan tersebut diduga disertai dengan bingkai yang tidak menunjukkan dengan tepat kejadian tertentu, untuk mengubah pandangan wasit. Hal ini merupakan pelanggaran peraturan La Liga, yang menyatakan bahwa petugas VAR hanya boleh melakukan kontak dengan wasit di lapangan.
Bukan hanya Cantalejo yang dituduh. Wasit Clos Gomez dan Jaime Latre juga disebut-sebut sebagai tokoh penting. Pejabat lain yang terlibat dalam kasus ini termasuk Ricardo de Burgos, Guillermo Cuadra, Cesar Soto, Alejandro Muniz, Pablo Gonzalez Fuertes, Juan Luis Pulido Santana, David Medie dan Ignacio Iglesias. Beberapa dari wasit tersebut juga terlibat dalam skandal Negreira yang melibatkan rival Real, Barcelona.
APA SELANJUTNYA UNTUK REAL MADRID?
Masih harus dilihat tindakan lebih lanjut apa yang akan diambil dan kapan tindakan tersebut akan dilakukan. Bagi Carlo Ancelotti dkk, ini akan menjadi perubahan narasi yang disambut baik dari anggapan bahwa klubnya adalah kubu yang sering diuntungkan wasit. Pelatih asal Italia itu baru-baru ini terlibat perang kata-kata dengan Xavi atas tuduhan tersebut.





Komentar
Posting Komentar